Muawiayah bin Abi Sufyan
Muawiyah bin Abi Sufyan ra. memeluk Islam pada tahun 7 H. Ia adalah saudara ipar Nabi Muhammad Saw. Karena istri Nabi, Ummu Habibah binti Abi Sufyan, merupakan saudari dari Muawiyah. Ia juga penulis wahyu Alquran dan periwayat hadits-hadits Nabi. Dari sini kita bisa ketahui, orang yang mencela Muawiyah adalah mereka yang menghendaki batalnya apa yang diriwayatkan Muawiyah yakni Al-qur'an dan hadits.
Muawiyah adalah seorang yang ahli dalam kepemimpinan. Tidak heran sedari zaman Rasulullah Saw hingga zaman Utsman bin Affan, ia diberikan amanat yang besar. Rasulullah Saw mengamanitinya sebagai penulis wahyu, Umar dan Utsman menjadikannya sebagai gubernur Syam.
Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tidak ada penguasa kaum muslimin yang lebih baik dibanding Muawiyah, jika dibandingkan dengan masa setelahnya. Adapun jika dibandingkan dengan masa Abu Bakar dan Umar, barulah terlihat ada penguasa yang lebih utama”. (Minhajussunnah, 6: 232).
Demikian juga pendapat ahli sejarah seperti al-Ya’qubi dan al-Mas’udi.
Kebaikan di sini termasuk dalam kepiawaian dalam kepemimpinan. Muawiyah lebih baik dari Umar bin Abdul Aziz, Shalahuddin al-Ayyubi, Muhammad al-Fatih, dll.
Abdullah bin Mubarok ( gurunya Imam Bukhari) (w. 181 H) pernah mengatakan,“Debu yang masuk ke hidungnya Muawiyah, lebih baik dari pada Umar bin Abdul Aziz.”
