image
Hijrahnya Nabi Musa As
Ketika hijrah, Nabi Musa belum diangkat sebagai rasul. Sementara Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad telah diangkat sebagai rasul saat keduanya berhijrah. Peristiwa hijrahnya Nabi Musa terjadi pada saat beliau membunuh seorang laki-laki Qibthi. “Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: ‘Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu’.” (QS. Al-Qashash: 20). Nabi Musa pun pergi menuju Madyan. Selama tinggal 10 tahun di Madyan, Nabi Musa menikahi seorang wanita putri dari laki-laki sepuh di wilayah tersebut. Perbedaan lainnya antara hijrah Nabi Muhammad dan Nabi Musa adalah latar belakang hijrah. Jika hijrahnya Nabi Muhammad adalah karena orang-orang Mekkah telah menutup rapat diri mereka dari hidayah Islam, sementara di Madinah eksistensi dakwah secara meluas dan tegaknya negeri Islam sangat mungkin digapai. Adapun Nabi Musa untuk menghindari kebengisan Firaun. “Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.” (QS. AS-Syuara: 21). Dan masih banyak nabi dan rasul lainnya yang mengalami hijrah, seperti Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf, dll. Kesimpulannya, hijrah para nabi berbeda dengan hijrahnya Nabi Muhammad. Hijrah beliau memiliki kedudukan yang begitu mulia dan juga sangat berat dalam praktiknya. Hijrah beliau tidak dilatar belakangi lari dari siksa atau adzab kaumnya.