Saat Nabi Ibrahim As Menghadap Raja Namrud
Setelah Ayah Nabi Ibrahim As menghadap ke Raja Namrud, sang Raja pun segera memerintahkan tentaranya untuk memanggil Nabi Ibrahim As. Saat itu, Nabi Ibrahim As sedang berbicara dengan ibunya di halaman rumah. Namun, sang ibunda sangat terkejut saat melihat tentara Namrud datang dan membawa Nabi Ibrahim As.
Di dalam istana Namrud, Nabi Ibrahim As berdiri tegak dihadapan Raja Namrud yang duduk dengan angkuhnya. Kemudian, Raja Namrud As berkata lantang kepada Nabi Ibrahim As, "Ibrahim! Masuklah pada agamaku! Akulah Tuhan yang menciptakan dan memberi rezeki,".
Mendengar perkataan itu, Nabi Ibrahim As menjawab, "Tidak. Tuhanku adalah Allah SWT yang maha pencipta. Dia yang memberi petunjuk, memberi makan dan minum, menyembuhkan ketika sakit, serta mematikan dan menghidupkan kembali,".
Mendengar jawaban yang memukau, lancar, indah dan tersusun rapi, Raja Namrud-pun berdecak kagum. Begitu pula dengan orang-orang yang berada di tempat itu. Mereka semua suka kepada Nabi Ibrahim As.
Raja Namrud As kemudian menoleh kepada Ayah Nabi Ibrahim As dan ia berkata,"Hai Aazar, anakmu ini masih kecil. Dia tidak tahu apa yang diucapkannya. Aku berkedudukan tinggi, sungguh tidak layak menghukum anak kecilmu ini. Ambil dan rawatlah dia. Siapa tahu setelah dewasa nanti ia akan berubah pikiran."
Akhirnya, Nabi Ibrahim dan Ayahnya meninggalkan istana dan kembali ke rumahnya. Meski ayahnya itu tidak beriman, Nabi Ibrahim As selalu berdoa kepada Allah SWT agar ayahnya diberikan petunjuk (hidayah).
Beberapa tahun kemudian, setelah Nabi Ibrahim beranjak dewasa, harapan Raja Namrud agar Nabi Ibrahim As berubah pikiran ternyata sia-sia. Nabi Ibrahim As tetap teguh dengan keimanannya. Bahkan Nabi Ibrahim As harus menanggung hukuman dibakar hidup-hidup. Hukuman itu dijatuhkan karena Nabi Ibrahim As menghancurkan patung berhala Namrud. Lalu, mukjizat Allah SWT menyelamatkannya dari api yang dapat membakar tubuhnya.
