Saat Nabi Ibrahim As Menghancurkan Berhala
Sudah menjadi tradisi dan kebiasaan para penduduk kerajaan Namrud bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat. berhari-hari mereka tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkemah dan membawa bekalan makanan dan minuman yang cukup. Mereka bersuka ria dan bersenang senang sambil meninggalkan kota. Kemudian kota mereka kosong dan sunyi. Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai ramai menghormati hari- hari suci itu. Nabi ibrahim As yang juga turut diajak tetapi ia berpura pura sakit dan diizinkan tinggal di rumah karena mereka merasa khawatir bahwa penyakit ibrahim As yang dibuat buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka bila ia turut serta.
“Inilah dia kesempatan yang ku nantikan,” kata Nabi Ibrahim As dalam hati. Tak kala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat ibadah kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan pantung-patung yang terlihat diserabi tempat ibadah itu. Kemudian dipecahkannya patung patung itu dan dihancurkannya berpotong potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh. Dan Nabi Ibrahim As mengalungkan kapaknya di leher patung besar itu, kemudian dia pergi.
