Kabar Gembira Untuk Siti Sarah Dan Nabi Ibrahim As
Sepulang dari Makkah itu, Nabi Ibrahim As. menjalani hidup seperti sedia kala. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur`an, Nabi Ibrahim As dikenal sebagai orang yang menghormati tamu yang datang dan berkunjung dengan sangat santun. Tetapi, sudah lama sekali Nabi Ibrahim As tidak kedatangan tamu. Pada suatu hari, Ibrahim kedatangan tamu. Seperti biasa, Ibrahim menyuruh kepada Sarah untuk menghormati tamunya itu. Dan Nabi Ibrahim menyuruh Sarah agar menyembelih anak sapi yang gemuk.
Setelah itu, daging sapi tersebut dibakar, menjadi panggang daging kemerah-merahan, kemudian daging itu pun disuguhkan untuk tamu. Tetapi, mereka (tamu-tamu itu) entah kenapa tidak mau mengambil dan memakan makanan yang disuguhkan. Nabi Ibrahim As heran melihat keanehan itu. Begitu juga Sarah. Nabi Ibrahim bahkan merasa takut sebagaimana diceritakan dalam al-Qur`an. "Sesungguhnya kami takut kepada kalian." (QS. Al-hijr [15]: 52).
Tetapi, mereka itu memang bukan tamu sembarang tamu. Mereka adalah malaikat yang diutus Allah SWT untuk membinasakan kaum Luth yang telah berdosa dan melampaui batas. Akhirnya tamu itu berkata, "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth." (QS. Huud [11]: 70).
Malaikat itu mampir di kediaman Ibrahim As karena diperintahkan Allah SWT agar memberi “kabar gembira” kepada Ibrahim, "Maka kami Sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya`qub (QS. Huud [11]: 71).
Sarah kaget dengan kabar itu. Sarah heran kerena ia sudah tua, berumur sembilan puluh tahun lebih. Ia bertanya-tanya, "Sungguh aneh, apakah aku akan melahirkan padahal aku sudah tua? Dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. (QS. Huud [11]: 72)
Para Malaikat berkata, "Apakah kamu merasa heran tentang ketatapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kalian, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah (QS. Huud [11]: 73).
Rahmat Allah tersebut betul-betul rahmat Agung. Tidak ada yang mustahil bagi Allah dan janji Allah yang ditunggu-tunggu itu pun akhirnya terbukti. Sarah kemudian hamil dan setelah itu melahirkan seorang bayi lelaki sempurna yang diberi nama Ishaq. Ia melahirkan ketika berusia 99 dan nabi Ibrahim berusia 100 tahun.
Sarah dicatat sejarah menjadi ibu bagi Nabi Ishaq dan nenek bagi nabi Ya`qub dan menjadi contoh tentang kekuasaan Allah yang tidak mengenal batas, bahwa tidak ada sesuatu yang tak mungkin bagi Allah. Kalau Allah menghendaki, maka apa yang mustahil bisa terwujud. Buktinya, Sarah yang mandul dan sudah tua, bisa melahirkan seorang anak.
