Kisah Nabi Ismail As Saat Disembelih
Saat waktu penyembelihan terhadap Nabi Ismail As telah tiba, diikatlah kedua tangan dan kaki Nabi Ismail As, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambil-lah pisau tajam yang sudah tersedia. Sambil memegang pisau ditangannya itu, Nabi Ibrahim As menangis sambil melihat wajah puteranya lalu ke pisau yang mengkilap di tangannya, seakan-akan pada saat itu hari beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang Rasul di satu pihak yang lain.
Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, pisau tersebut diletakkan pada leher Nabi Ismail As dan penyembelihan dilakukan. Namun, pisau yang sudah ditajamkan itu ternyata menjadi tumpul di leher Nabi Ismail As dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizati dari Allah SWT yang menegaskan bahwa perintah pengorbanan Ismail itu hanya suatu ujian untuk Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah SWT. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim As telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pengorbanan puteranya untuk berbakti melaksanakan perintah Allah SWT sedangkan Nabi Ismail As tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam melaksanakan kebaktiannya kepada Allah SWT dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa perang itu tidak mampu memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya : “Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cobalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku”
Akan tetapi, pisau tersebut tetap tidak berfungsi dan tubuh Ismail pun juga tidak mengeluarkan setitik darah dari walaupun Nabi Ibrahim sudah coba memotongnya dari leher belakang.
Dalam keadaan bingung dan sedih hati, karena gagal dalam usahanya menyembelih puteranya itu, turunlah wahyu kepada Nabi Ibrahim As dengan firmannya: "dan kami panggilah dia: 'Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan besar'".
Kemudian sebagai ganti nyawa Nabi Ismail As yang telah diselamatkan itu, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim As untuk menyembelih seekor kambing yang telah tersedia disampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan pisau yang tumpul di leher puterangnya tadi itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada setiap hari raya Idhul Adha di seluruh dunia.
