Nabi Ibrahim As Tidak Menyukai Istri Nabi Ismail As
Pada saat Nabi Ismail As telah beranjak dewasa, ia dinikahkan dengan seorang wanita dari suku jurhum. Pada suatu hari ketika Nabi Ibrahim As datang ke rumah Nabi Ismail As, ternyata hanya ada istrinya yang ada di rumah. Namun kemudian Nabi Ibrahim As segera pulang dari rumah Nabi Ismail As karena ia tidak dterima dengan baik oleh menantunya itu. Lalu, Nabi Ibrahim As meminta izin pulang dengan meninggalkan pesan untuk anaknya; Nabi Ismail as.
Nabi Ibrahim As berkata : “Jika suamimu datang nanti, katakanlah bahwa saya datang kemari, ceritakanlah ada orang tua sifanya seperti ini, dan berpesan kepadanya, bahwa saya ini tidak suka kepada bawang pintu rumah ini dan minta supaya lekas ditukarnya”
Setelah Nabi Ismail As tiba di rumahnya, istrinya tadi menceritakan semua pesan ayahnya kepada Nabi Ismail As. Lalu Nabi Ismail berkata kepada istrinya: “Itulah dia ayahku (Ibrahim) dan rupanya engkau tidak menghiraukan dan menghormati ayahku, sekarang engkau saya cerai sebab ayahku tidak menyukai orang yang berperangai rendah”
Kemudian Nabi Ismail As menikah kembali dengan seorang wanita jurhum lainya, dan Nabi Ibrahim As sangat menyukai menantu ini. Dari pernikahan dengan wanita kedua ini, Nabi Ibrahim As dikarunia keturunan yang banyak dan anak-anaknya menjadi pemimpin kaumnya dan mereka itu dinamakan Rab Musta’ribah
Nabi Ismail As meninggal dunia pada usia 137 tahun di negeri palestina, namun ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa bahwa beliau meninggal di Mekkah.
Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As mempunyai wasiat untuk anak cucunya, yang bunyinya sebagai berikut : “Hai anak-anaku! Sesungguhnya Allah telah memilih Islam menjadi agamamu, karena itu janganlah kamu mati kecuali tetap dalam ke Islaman.
