Ummu Sulaim Meminta Mahar Keislaman Abu Thalhah
Setelah suami pertamanya meninggal, Ummu Sulaim pun menikah dengan Abu Thalhah. Namun ketika meminangnya, Abu Thalhah masih dalam keadaan musyrik. Sehingga Ummu Sulaim menolak pinangannya tersebut sampai Abu Thalhah mau masuk agama Islam. Anas mengisahkan cerita ini dari ibunya.
“Sungguh tidak pantas seorang musyrik menikahiku. Tidakkah engkau tahu, wahai Abu Thalhah, bahwa berhala-berhala sesembahanmu itu dipahat oleh budak dari suku anu,” sindir Ummu Sulaim.
“Jika kau sulut dengan api pun, ia akan terbakar,” lanjutnya lagi.
Maka Abu Thalhah pulang ke rumahnya. Akan tetapi, kata-kata Ummu Sulaim tadi sangat membekas di hatinya. “Benar juga,” gumamnya. Tak lama kemudian, Abu Thalhah menyatakan keislamannya, dan ia berkata kepada Ummu Sulaim: “Aku telah menerima agama yang kau tawarkan,”.
Maka tidak lama setelah perkataan itu, berlangsunglah pernikahan mereka berdua. “Dan Ummu Sulaim tak meminta mahar apa pun selain keislaman Abu Thalhah,” kata Anas.
