Ketabahan Ummu Sulaim Saat Anaknya Meninggal
Dari pernikahan antara Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dikaruniai dua orang anak. Satu di antaranya yang sangat ia kagumi bernama Abu ‘Umair. Namun sayang, Abu ‘Umair tidak berumur panjang. Ia dipanggil oleh Allah SWT ketika masih kanak-kanak.
Anas bercerita, “Suatu ketika, Abu ‘Umair sakit parah. Tatkala adzan isya' berkumandang, seperti biasanya Abu Thalhah berangkat ke masjid. Dalam perjalanan ke mesjid, anaknya (Abu ‘Umair) dipanggil oleh Allah SWT."
Dengan cepat Ummu Sulaim mendandani jenazah anaknya itu, kemudian membaringkannya di tempat tidur. Ia berpesan kepada Anas agar tidak memberi tahu Abu Thalhah tentang kematian anak kesayangannya itu. Kemudian, ia pun menyiapkan hidangan makan malam untuk suaminya.
Sepulangnya dari masjid, seperti biasa Abu Thalhah menyantap makan malamnya kemudian menggauli istrinya. Di akhir malam, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, “Bagaimana menurutmu tentang keluarga si fulan, mereka meminjam sesuatu dari orang lain, tetapi ketika diminta, mereka tidak mau mengembalikannya, merasa keberatan atas penarikan pinjaman itu.”
“Mereka telah berlaku tidak adil,” kata Abu Thalhah.
“Ketahuilah, sesungguhnya putramu adalah pinjaman dari Allah, dan kini Allah telah mengambilnya kembali,” kata Ummu Sulaim lirih.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…. Segala puji bagi-Mu, ya Allah,” ucap Abu Thalhah dengan pasrah.
