Nabi Nuh AS
Nabi Nuh AS terkenal sebagai nabi yang fasih berbicara, bijaksana, dan sabar dalam menjalankan tugas risalahnya. Namun demikian, ia hanya mendapatkan pengikut antara 70-80 orang saja. Suatu hari, Nabi Nuh AS melihat kaumnya keras kepala. Lalu, Nabi Nuh AS berdoa kepada Allah SWT agar kaum yang keras kepala itu ditimpa musibah dan Allah SWT pun mengabulkannya. Kemudian, Allah SWT segera memerintahkan Nabi Nuh AS dan para pengikutnya untuk membuat perahu. lalu, mereka segera membuat perahu di atas bukit.
Pada saat proses pembuatan perahu, kaum yang keras kepala dan anak Nabi Nuh AS yang bernama Kana'an terus mengolok-olok perbuatan Nabi Nuh AS dan pengikutnya itu. Bahkan ada yang berani buang kotoran di dalam kapal yang belum selesai dibuat, sehingga menyebabkan perut yang buang kotoran itu menjadi sakit dan tidak ada obat dang seorangpun yang mampu menyembuhkan kecuali mereka membersihkan kapal yang telah mereka kotori.
Setelah proses pembuatan perahu selesai, Nabi Nuh AS segera mengajak seluruh pengikutnya dan seluruh jenis binatang naik ke atas perahu tersebut. Tidak lama kemudian, azab Allah SWT berupa banjir besar yang dahsyat yang menghanyutkan seluruh kaumnya termasuk Kana'an, Dari atas geladak kapal, didorong oleh hati kecilnya, Nabi Nuh AS berteriak memanggil anaknya dan menyuruhnya bertobat, namun Kana'an tetap menolak sehingga akhirnya ia pun ikut tenggelam bersama para kaum yang keras kepala itu.
Lalu, Nabi Nuh AS sangat bersedih dan menyesali sikap anaknya yang keras kepala sampai saat terakhir menjelang ajalnya. Ia menyampaikan kegundahan perasaannya ini pada Allah SWT. Namun Allah SWT memberinya peringatan, bahwa meskipun anaknyanya itu adalah keturunannya sendiri, tapi ia termasuk kafir karena mengingkari ajarannya.
Setelah kaum yang durhaka itu musnah, azab Allah SWT pun berhenti. Kapal Nabi Nuh AS tertambat di sebuah bukit. Kisah Nabi Nuh AS termuat di Al Qur'an dalam 43 ayat, 28 ayat diantaranya terdapat dalam surat Nuh.
