image
Keberanian Rasulullah Saw Di Medan Perang
Datang ke medan perang, sudah menunjukkan bagaimana kuatnya mental dan keberanian seseorang. Banyak kaki yang gemetar, hati-hati yang kokoh sekejap menjadi pudar, karena batas kehidupan dan kematian begitu dekat. Antara perisai dan sebilah pedang. Terlebih perang jarak dekat. Bertatap muka dengan musuh. Setiap kayuhan pedang musuh adalah kesempatan hidup atau jemputan ajal. Ali bin Abi Thalib ra. mengatakan, “Kuperhatikan diri kami saat Perang Badar. Kami berlindung pada Rasulullah Saw. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan orang yang paling banyak ditimpa kesulitan”. (Riwayat Ahmad 619 dan Ibnu Abi Syaibah 32614). Dari Ibnu Ishaq, ada seseorang bertanya kepada al-Bara’ bin Azib ra., “Apakah kalian lari dari sisi Rasulullah Saw di Perang Hunain?” kemudian al-Bara’ menjawab, “(Ya) Akan tetapi Rasulullah Saw tidak berlari mundur, walaupun orang-orang Hawazin adalah pemanah handal. Ketika menghadapi mereka, awalnya kami berhasil memukul mundur mereka. Orang-orang pun berpaling menuju harta rampasan perang. Ternyata, mereka (suku Hawazin), dengan tiba-tiba menghujani kami dengan anak panah sehingga orang-orang (para sahabat) kalah. Aku menyaksikan Rasulullah Saw bersama Abu Sufyan bin Harits yang memegang tali kendali keledai putih beliau. Beliau meneriakkan,“Aku seorang nabi tidak dusta. Aku putra Abdul Muththalib.” (HR. al-Bukhari 2709 dan Muslim 1776). Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, “Ini adalah puncak keberanian yang sempurna. Dalam keadaan perang sengit, pasukan tengah terpukul mundur, dan hanya dengan menunggangi keledai, hewan yang tidak bisa berlari kencang, tidak mampu dipakai bergerak maju mundur untuk menyerang atau melarikan diri, beliau menerobos musuh sambil meneriakkan nama beliau. Hal itu, agar orang yang tidak mau mengenal beliau sampai hari Kiamat sudah tahu tentang beliau…” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/357). Ya, beliau sebut namanya di tengah keadaan sengit itu, seolah hendak menegaskan ‘akulah nabi putra Abdul Muthalib yang kalian cari itu’. Sedikit pun beliau tidak gentar.