image
Peristiwa Ajaib yang Disebutkan Dalam Al-qur'an; Laut yang Terbelah
Dikisahkan saat itu, Nabi Musa As dan pengikutnya dikejar oleh pasukan Raja Fir'aun, mereka terpojok di tepi Laut Merah. Tanpa kapal dan perahu, mereka pun bingung dan gelisah. Sementara itu pasukan Fir’aun semakin mendekat, sorak sorai pasukan Fir’aun sudah mulai terdengar oleh mereka. Namun kemudian, Nabi Musa As dan para pengikutnya berada pada posisi yang sulit, karena didepan mereka terbentang lautan yang sangat luas, sementara dibelakang mereka pasukan Fir’aun siap untuk membantai mereka. Kemudian, para pengikut Nabi Musa As mulai merasa khawatir dan cemas , mereka mendesak Nabi Musa As untuk memberikan solusi bagi masalah yang sulit ini. Dan saat itu juga, Nabi Musa As pun berdoa untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Pada saat yang kritis ketika pasukan Fir'aun sudah terlihat oleh mereka, Allah SWT mewahyukan kepada Musa untuk memukulkan tongkatnya ke permukaan air laut. Setelah Musa memukul permukaan air laut dengan tongkatnya, tiba tiba air laut itu menyibak membentuk jalur yang kering (seperti jalanan) ditengah laut merah itu. Nabi Musa pun memerintahkan para pengikutnya untuk menyeberangi lautan berjalan ditengah jalur yang kering itu. Fir’aun beserta pasukannya tanpa berfikir panjang terus mengejar pengikut Musa memasuki jalur laut yang kering itu. Nabi Musa As dan pengikutnya sampai dengan selamat diseberang lautan merah. Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Musa As untuk memukulkan tongkatnya ke jalur yang kering itu. Dengan tiba tiba laut itupun kembali seperti semula tanpa adanya jalur kering di tengahnya. Kejadian tersebut menenggelamkan Fir’aun beserta pengikutnya. Demikianlah Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa As beserta pengikutnya dari kejaran Fir’aun dan menghukum Fir’aun yang durhaka dengan menenggelamkannya mereka di laut merah. Peristiwa tersebut ada didalam al-qur'an: Allah SWT berfirman:"Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: 'Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam). Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka." (QS. Thaha: 77-78).