Keistimewaan Nabi Muhammad Saw Dibanding Nabi Lainnya
Pertama: Beliau adalah kholilullah (kekasih Allah) selain Nabi Ibrahim ’alaihis salam
Rasulullah Saw bersabda,“Sungguh aku memohon kepada Allah akan memilih aku di antara kalian sebagai kekasih Allah. Maka Allah SWT memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah SWT menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya. Seandainya, aku memilih di antara umatku seorang kekasih, maka aku akan memilih Abu Bakr sebagai kekasihku.”(HR. Muslim)
Kholil/khullah adalah tingkatan tertinggi dalam derajat mahabbah (kecintaan) dan inilah yang merupakan tingkatan paling sempurna. Oleh karena itu, Rasulullah Saw bersabda, ”Allah SWT memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah SWT menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya.”
Kedua: Beliau adalah penutup para Nabi dan risalah (wahyu) yang beliau bawa telah sempurna serta merupakan risalah yang terakhir
Sebagaimana firman Allah SWT:“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah Saw dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)
Dan tidaklah datang orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi (sesudah beliau) kecuali mereka adalah dajjal/pendusta. Munculnya orang-orang yang mengaku Nabi ini merupakan kebenaran dari berita Rasulullah Saw.Rasulullah Saw bersabda,”Tidak akan terjadi hari kiamat hingga mucul para dajjal/para pendusta, yang berjumlah sekitar 30-an. Mereka semua mengaku sebagai utusan Allah (rasulullah).” (HR. Muslim)
Rasulullah Saw juga bersabda,”Sesungguhnya akan ada pada umatku 30 orang pendusta yang mengaku Nabi. Padahal akulah penutup para nabi, tidak ada nabi lagi sesudahku.” (HR. Tirmidzi)
Sabda Rasulullah Saw tersebut telah terjadi saat ini. Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Sepeninggal beliau Saw atau bahkan di zaman beliau masih hidup telah muncul para dajjal. Di antaranya adalah Musailamah al-Kazzab. Yang kemudian di zaman Abu Bakr ash-Shiddiq, dia ditumpas oleh Abu Bakar –radhiyallahu ’anhu-. Begitu juga istri Musailamah juga mengaku sebagai Nabi.
Dan orang yang mengaku dajjal sampai hari kiamat masih bermunculan. Seperti di zaman kita saat ini juga terdapat orang yang mengaku Nabi –yaitu dajjal- seperti Mirza Gulam Ahmad, Lia Aminudin, dll.
Ketiga: Beliau memiliki kedudukan yang terpuji (Al Maqom Al Mahmudah)Yaitu syafa’atul ’uzhma (Satu-satunya Nabi yang diberikan hak oleh Allah untuk memberikan syafa’at pada yaumul masyhar nanti adalah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam)
Sebagaimana Allah SWT berfirman,“Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al Isra’: 79)
Begitu juga dalam hadits -yang panjang- tentang syafa’at yang telah disepakati keshahihannya:Sesungguhnya Allah SWT mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan di suatu bukit. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain: ”Tidakkah kalian memperhatikan apa yang kalian berada di dalamnya. Tidakkah kalian melihat pada apa yang disampaikan pada kalian. Tidakkah kalian melihat siapa yang memberi syafa’at kalian kepada Rabb kalian.” Kemudian mereka mendatangi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, ’Isa, hingga Muhammad Saw. Tiap Nabi tersebut mengatakan: ”Pergilah kepada selainku”. Kecuali Nabi Muhammad Saw mengatakan: ”Saya memiliki syafa’at tersebut.” Kemudian beliau sujud kepada yang mengizinkan syafa’at baginya (yaitu Allah SWT)
Dengan demikian jelaslah keutamaan Rasulullah Saw dari seluruh makhluk. Dan beliau dikhususkan dengan kedudukan yang demikian.
Keempat: Risalah beliau adalah umum bagi semesta alam dan beliau diutus kepada jin dan manusia
Allah SWT berfirman,“Katakanlah: 'Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.'" (QS. Al A’raf: 158)
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba: 28)
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqon: 1)
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya’: 107)
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: 'Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).' Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- berkata,”Wajib bagi manusia untuk mengetahui bahwa Allah SWT telah mengutus Muhammad Saw kepada manusia dan jin. Dan wajib bagi mereka untuk beriman kepada beliau dan beriman dengan wahyu yang beliau bawa dan mentaati beliau. Mereka (manusia) harus menghalalkan yang Allah dan Rasul-Nya halalkan dan mengharamkan yang diharamkan oleh keduanya. Mereka harus pula mencintai yang Allah dan Rasul-Nya cintai dan membenci yang Allah dan Rasul-Nya benci. Setiap orang yang telah tegak hujjah dengan risalah (wahyu) Muhammad Saw dari kalangan manusia dan jin kemudian tidak beriman padanya, maka berhak mendapat adzab Allah SWT, sebagaiman orang kafir yang telah diutus rasul bagi mereka. Inilah landasan yang telah disepakati oleh sahabat, tabi’in (yang mengikuti para sahabat dengan baik), para imam kaum muslimin, dan seluruh kelompok kaum muslimin yang merupakan ahlus sunnah wal jama’ah dan selain mereka –radhiyallahu ‘anhum ajma’in-.”
Kelima: Beliau diberikan (diturunkan) Al Qur’an yang merupakan mu’jizat terbesar dan hujjah bagi para hamba. Allah SWT sendiri yang akan menjaga Al Qur’an ini dan Allah menantang orang-orang yang meragukan Al Qur’an untuk membuat yang semisalnya.
Allah SWT berfirman pada para penantang Allah yang ingin membuat Al Qur’an,”Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.' ” (QS. Al Isra’: 88)
Jika tidak mampu membuat seluruh Al Qur’an, Allah SWT menantang lagi dengan cukup membuat 10 ayat. Allah SWT berfirman,“Bahkan mereka mengatakan: 'Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu', Katakanlah: '(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.'"(QS. Hud: 13)
”Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (Al Baqarah: 23)
Keenam: Beliau melakukan isro’ ke Baitul Maqdis dan mi’roj ke Sidrotul Muntaha.
