Kisah Tentang Kelahiran Nabi Isa As
Nabi Isa As merupakan anak dari Maryam. Maryam sendiri merupakan wanita yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Dia memilihnya di atas semua perempuan di semua alam. Firman-Nya, "Dan ketika malaikat-malaikat berkata, 'Wahai Maryam, Allah memilih kamu, dan membersihkan kamu, dan Dia memilih kamu di atas semua perempuan di semua alam'".
Kelahiran Nabi Isa As merupakan suatu mukjizat kerana beliau dilahirkan tanpa seorang ayah. Hal tersebut bermula dari kunjungan malaikat kepada Maryam atas perintah Allah SWT. Saat itu, malaikat menyerupai manusia dengan tanpa cacat. Kemunculan malaikat membuat Maryam menjadi takut lalu berkata: "Aku berlindung pada Yang Pemurah daripada kamu, jika kamu bertakwa (takut kepada Tuhan)!. Dan aku hanyalah seorang rasul yang datang daripada Pemelihara kamu, untuk memberi kamu seorang anak lelaki yang suci.'".
Malaikat itu juga menyampaikan kalau nama Nabi Isa As diberi oleh Allah SWT, dan dia (Isa) akan menjadi terhormat di dunia dan akhirat. Ayat yang berhubungan dengan hal tersebut, berbunyi: "Wahai Maryam, Allah menyampaikan kepada kamu berita gembira dengan satu Kata daripada-Nya, yang namanya al-Masih, Isa putera Maryam, terhormat di dunia dan di akhirat, daripada orang-orang yang didekatkan."
Kemudian Maryam heran dengan ucapan malaikat itu. Lalu Maryam bertanya keada malaikat: "Bagaimana aku mempunyai anak sementara aku seorang perawan yang belum bersuami?". Kemudian Malaikat menjawab: "Bahwa jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah berkata : 'Jadilah' maka kehendakNya pun akan terjadi".
Setelah beberapa hari setelah kejadian tersebut, akhirnya Maryam benar-benar hamil. Lalu ia menjadi pergunjingan masyarakat di sekitarnya karena berita kehamilannya itu. maryam dianggap telah berbuat serong dengan lelaki lain. Sungguh tuduhan ini merupakan hal yang menyakitkan bagi Maryam. Inilah salah satu dari ujian berat yang harus dihadapi Maryam dengan iman yang teguh.
Kemudian ia mengasingkan dirinya dari keramaian masyarakat untuk menghindari perlakuan masyarat yang tidak baik terhadapnya. Hingga pada akhirnya ia melahirkan bayinya dibawah sebatang pohon kurma yang diberkati oleh Allah SWT. Bayinya lahir dengan selamat. Sesudah kesehatannya pulih, Maryam langsung kembali ke rumahnya dengan membawa bayinya itu walau berbagai pendapat dan tuduhan ditujukan kepada Maryam dengan mempertanyakan 'Bagaimana ia seorang perawan yang tekun beribadah bisa mempunyai seorang anak?'.
Kemudian Maryam menjawab pertanyaan orang-orang itu: "Tanyakanlah pada bayi itu sendiri!" katanya.
Setelah Maryam menjawab pertanyaan itu, orang-orang malah menganggap kalau Maryam tidak waras. Meski ragu, mereka akhirnya bertanya kepada anak Maryam yang masih bayi itu (Nabi Isa As).
Tak disangka ternyata Nabi Isa As yang masih bayi itu bisa menjawab atas kehendak Allah SWT: "Aku adalah hamba Allah, akan di turunkan kepadaku Kitab Injil. Allah telah memilihku menjadi seorang Nabi, menjadikanku orang yang mendatangkan berkah dan mengajarkan kebaikan, memerintahkanku untuk mendirikan shalat dan membayar zakat selama hidupku, berbuat baik kepada orang tuaku. Aku tidak sombong pada orang lain dan tidak tenggelam dalam maksiat. Allah memberiku keselamatan pada hari lahirku dan kematianku dan juga pada hari kebangkitan dihari kiamat".
Dengan pernyataan Nabi Isa itu, maka orang-orang pun akhirnya yakin bahwa Maryam memang suci bersih dari tuduhan mereka selama ini. Sejak kecil, Nabi Isa As sudah menampakan diri sebagai manusia istimewa. Kecerdasannya luar biasa. Dan pada umur 30 tahun ia diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Sebelum itu telah diajarkan kepadanya Taurat dan Injil.
Dengan diangkatnya sebagai Rasul maka mulailah ia menyebarkan agama Islam kepada kaumnya. Menyerukan kaum Yahudi dan orang-orang Israil untuk kembali kepada Allah SWT. Menyadarkan kesesatan mereka yang telah berani merubah Kitab Taurat peninggalan Nabi Musa As. Salah satu ajaran Nabi Isa As adalah kabar tentang adanya Nabi sesudahnya yaitu Ahmad atau Muhammad. Hal ini tersebutlah dalam Al-Qur'an pada surat Ashshaff ayat 6 yg berbunyi: "Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku yaitu Ah-mad (Muhammad)."
Al Hawariyun adalah sebutan bagi para sahabat Nabi Isa dan murid-murid yang dekat. Mereka inilah yang meneruskan dan menyebarkan ajaran Nabi Isa As kepada kaumnya. Kedatangan Nabi Isa As dengan ajarannya yang bersih dan benar telah membuat tokoh-tokoh agama dari kalangan rahib Bani Israil terancam kedudukannya. Maka mereka minta bukti kebenaran beliau selaku utusan Allah.
Kemudian Allah SWT memberikan Mukjizat kepada Nabi Isa As, yaitu : menghidupkan orang yang meninggal, menerima wahyu kitab Injil, menurunkan hidangan dari langit, menyembuhkan sejumlah penderita penyakit serta orang gila, memulihkan orang pincang menjadi berjalan serta orang bisu menjadi berbicara, memelekkan orang buta sejak lahir, dan membuat burung hidup dari tanah liat.
Pemerintah Romawi tidak menyukai kehadiran Nabi Isa As yang dianggap membahayakan imperium mereka. Mereka bermaksud membunuh Nabi Isa As.
Salah seorang murid Nabi Isa As yang bernama Yudas pun berkhianat. Dengan tuduhan palsu, ia mengadu kepada penguasa Romawi dan menyatakan bahwa Nabi Isa As akan memberontak dan menggulingkan penguasa. Atas petunjuk dari si pengkhianat (Yudas) itu, akhirnya tentara Romawi mengepung tempat persembunyian Nabi Isa As bersama murid-muridnya. Dalam keadaan berbahaya itu, Allah Swt. menyelamatkan Nabi Isa As. Nabi Isa As tidak disalibkan dan tidak pula dibunuh, tetapi Allah Swt. mengangkatnya ke atas langit.
Menurut hadits shahih Nabi Isa As akan diturunkan ke dunia lagi menjelang hari kiamat. Turunnya Nabi Isa adalah untuk meluruskan agama yang telah diselewengkan oleh kaum Nasrani dan untuk membunuh Dajjal.
