image
Isa: Bayi Penuh Berkah
Saat Nabi Isa As masih kecil, Maryam mengetahui bahwa anaknya mampu berbicara dan bersaksi untuk mereka. Kemudian Ia mengatakan: maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” (QS:Maryam: 29). Kemudian Isa memberikan jawaban dan persaksian, Isa membantah tuduhan keji yang dilemparkan pada ibunya. Isa berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,” (QS:Maryam: 30). Kalimat pertama dari lisan Isa mengatakan bahwa dia adalah hamba Allah SWT, bukan anak Tuhan. Sekaligus juga membantah akan tuduhan kaumnya terhadap ibunya. Ia membantah orang mengatakannya anak Allah atau anak zina. "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS:Maryam: 31-33). Berikut ini adalah penjelasan di Al-qur'an tentang Nabi Isa As:"Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah SWT mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS:Maryam: 34-35).