Kisah Nabi Saleh Alaihissalam dan Seekor Unta Betina
Nabi Saleh Alaihissalam adalah seorang pemuda cerdas, perilakunya santun, tutur katanya sopan. Hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih mudah. Ia terkenal sangat rajin beribadah. Nabi Saleh Alaihissalam adalah putra dari Ubaid bin Asaf bin Masyikh bin Ubaid bin Nadzir bin Tsamud. Jadi, ia adalah keturunan suku Tsamud. Nasab Nabi Saleh Alaihissalam bersambung ke Sam bin Nuh.
Nabi Saleh Alaihissalam hidup dimasa Kaum Tsamud dimana mereka menempati lembah Al Ahqaaf, kebanyakan dari Kaum Tsamud adalah sebagai Petani, menggali sumur-sumur dan membajak ladang, pada masa itu Kaum Tsamud sangatlah terpenuhi dalam berbagai hal bisa dibilang makmur, namun mereka tidak mengenal rasa syukur dan tak mau menyembah Allah Azza Wa Jalla. Mereka justru menyembah berhala-berhala. Sehingga kaum kaya mereka menjadi Tiran.
Nabi Saleh Alaihissalam tidaklah tinggal diam dengan keadaan Kaumnya kala itu, dia berkali-kali memperingatkan, Nabi Saleh Alaihissalam adalah sosok yang baik dan bijaksana, namun tak semerta-merta Kaum Tsamud menerima sarannya, dikarenakan penyembahan berhala telah berakar kuat dalam hati kaumnya itu.
Para penduduk pergi ke sebuah batu besar di gunung. Mereka begitu lama menyembah batu itu. Anak-anak melihat ayah-ayah mereka menyembah batu tersebut, sehingga mereka pun melakukan hal yang sama. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka pun meneruskan tradisi menyembah batu itu. Mereka mengelilingi batu itu. Lalu mereka menyembelih domba untuknya, dan memohon rahmat darinya.
Nabi Saleh Alaihissalam melihat apa yang dilakukan kaumnya, beliau pun menjadi sedih atas hal ini. Sehingga beliau pergi ke batu yang disucikan itu. Dan beliau melihat bahwa kaumnya sedang menyembahnya. Lalu Nabi Saleh as. berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tak ada Tuhan selain Dia." Salah seorang dari mereka berkata, "Mengapa kau meminta karni untuk menyembah Allah?" Nabi Saleh as. menjawab, "Karena Dialah yang menciptakan kalian. Dia pula yang memberi kalian kehidupan." Mereka berkata lagi, "Allah sangat jauh dari kami. Kami tak dapat memohon kepada-Nya. Oleh karena itu, kami menyembah beberapa ciptaan-Nya. Dia mempercayakan urusan kami pada mereka. Kami ingin Allah senang pada kami melalui penyembahan kami terhadap ciptaan-Nya."
Nabi Saleh Alaihissalam berkata dengan sedih, "Wahai kaumku, Allah-lah yang menciptakan kalian. Allah pula yang mengutus aku untuk kalian. Dia ingin kalian menghamba kepada-Nya dan tidak menyembah kepada selain-Nya. Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Allah. Bertobatlah kepada-Nya. Tuhanku adalah dekat. Dia akan menjawab permintaan kalian." Mereka berkata lagi, "Wahai Saleh, sebelum ini engkau adalah salah seorang di antara kami, di mana kami menaruh harapan besar. Kami menganggap bahwa kami akan bisa memanfaatkan pemikiran dan kebijaksanaanmu. Namun, sekarang, engkau justru membawakan kepada kami sebuah risalah yang aneh. Mengapa kau menyeru kami untuk meninggalkan Tuhan-tuhan kami? Mengapa kau menyeru kami untuk meninggalkan sesembahan ayah-ayah dan kakek-kakek kami? Kami meragukan keadaanmu. Wahai Saleh, kau telah menjadi gila!"
Nabi Saleh Alaihissalam lalu berkata, "Allah telah mengutus aku untuk kalian, maka mengabdilah kepadaNya. Aku tidak akan meminta apa pun dari kalian atas seruanku ini. Aku hanya mengabdi kepada Allah yang menciptakanku." Mereka pun berkata, "Jika kau adalah rasul Allah, dapatkah kau mengeluarkan seekor unta betina hamil dari batu itu?" Nabi Saleh as. menjawab, "Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan kita semua dari bumi ini." Mereka berkata, "Kami tak akan mempercayaimu sampai kau keluarkan seekor unta betina dari batu tersebut." Salah seorang dari mereka menambahkan, "Ya, unta betina itu mesti dalam keadaan hamil!"
Nabi Saleh Alaihissalam berkata, "Aku akan memohonkan kepada Allah. Jika Dia mengabulkannya, maukah kalian percaya bahwa ada satu Tuhan? Maukah kalian percaya bahwa aku adalah rasul Allah yang diutus untuk kalian?", "Ya," jawab mereka."Kapan janji itu akan terpenuhi?" tanya mereka. Nabi Saleh Alaihissalam menjawab, "Janji itu akan terpenuhi besok, di sini."
Kemudian Nab Saleh Alaihissalam pun meminta pertolongan Allah Azza Wa Jalla. Beliau memohon kepada Allah Azza Wa Jalla petunjuk untuk menyakinkan kaumnya, karena beliau ingin kaumnya kembali ke fitrah mereka dan hanya menyembah Allah Azza Wa Jalla, Tiba-tiba Beliau bangkit dari duduknya dan menunjuk dengan jarinya ke arah batu itu, semua Kaum Tsamud mendengar suara dentuman yang keras diiringi dengan batu tersebut pecah lalu keluarlah seekor unta betina yang indah darinya, dan sesuai janji Nabi Saleh Alaihissalam dalam keadaan hamil. Nabi Saleh Alaihissalam pun bersujud kepada Allah, beliau bersyukur dan memuliakan-Nya. Orang-orang Tsamud pun menundukkan kepalanya untuk memuliakan Allah. Beberapa di antaranya bersujud kepada-Nya.
Mereka melihat keajaiban besar di depan mata mereka. Lalu mereka berkata, "Apa yang dikatakan Saleh adalah benar. Allah adalah satu-satunya Tuhan, dan tak ada sekutu bagi-Nya." Meskipun mereka berjumlah sedikit, tetapi keyakinan mereka seteguh batu, dari mana unta betina itu keluar. Seluruh penduduk Tsamud melihat mukjizat itu dengan takjub. Sehingga, unta betina itu menjadi simbol dari risalah Nabi Saleh as., dan simbol dari keesaan Allah.
Setelah tiga hari, unta betina itu melahirkan seekor unta jantan yang cantik. Unta jantan muda ini selalu mengikuti dan berada di samping ibunya. Dan ibunya pun merawatnya dengan penuh kasih sayang. Unta betina dan anaknya itu menjadi simbol kasih sayang. Kaum Tsamud mengatakan bahwa unta betina itu adalah unta betina Nabi Saleh as. Namun, Nabi Saleh as. selalu berkata, "Ini adalah unta betina Allah. Ini adalah sebuah tanda kekuasaan Allah. Maka berhati-hatilah kalian, jangan menyakitinya. Jika kalian melakukan itu, maka kutukan Allah akan menimpa kalian."
Hari-hari berlalu. Unta betina itu tinggal di lembah yang sangat luas, makan dari tumbuh-tumbuhan yang ada di lembah tersebut, dan minum dari beberapa mata air di sana. Unta betina itu juga menghasilkan susu yang lezat untuk semua penduduk.
