Kisah Rasulullah SAW Menyantap Makanan Saat Sahur
Menu apa yang sudah Anda siapkan untuk makan sahur di bulan Ramadhan ini?
Anda mungkin sudah menyiapkan sayur oseng, ayam goreng, ikan bakar, gulai, sop, dan buah-buahan.
Makanan-makanan itu biasa kita makan saat sahur. Tapi tahukah Anda, menu yang biasa disantap Rasulullah Muhammad SAW saat sahur?
Tak banyak yang tahu menu sahur Rasulullah meski menu tersebut sangat familiar dan kerap dimakan kita.
Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan kaum Muslimin.
Bahkan Allah SWT menyebutnya di dalam Alquran, bahwa di dalam diri Rasulullah Muhammad SAW terdapat suri tauladan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.
Karena Muhammad adalah tauladan, maka semestinya kita juga mencontoh apa yang dilakukannya, termasuk dalam urusan makan sahur.
Sesuai hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah menyantap buah kurma saat makan sahur.
"Sahurnya orang mukmin adalah buah kurma." (HR Abu Daud).
Makan sahur sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW, “Makanan sahur merupakan makanan yang berkah maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya seteguk air, sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (HR Ahmad).
Lalu kapan waktu terbaik untuk Sahur merujuk kepada yang diamalkan Rasulullah Muhammad SAW?
Waktu terbaik untuk makan sahur itu berbeda ketika Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka ketika waktu berbuka telah tiba.
Waktu makan sahur yakni di akhir atau berapa saat menjelang waktu berpuasa.
Berapa lama jarak antara usai sahur dan waktu shalat subuh?
Zaid bin Tsabit pernah bersahur bersama Rasulullah dan melaksanakan shalat Subuh.
Setelah itu, Zaid ditanya, “Berapa lama jarak antara usai sahur dan shalat Subuh?” Sayidina Zaid menjawab, “Seukuran membaca 50 ayat dari Alquran.”
Jika diukur dengan bacaan Alquran yang sedang, maka kurang lebih 15 menit sebelum Subuh.
