Keadaan Rasulullah Saw Setelah Wafatnya Abi Thalib
Keadaan ini terjadi saat datang kabar yang sangat menyedihkan yaitu kabar meninggalnya Abi Thalib. Sementara Abi Thalib adalah orang yang selalu mencegah dan menahan gangguan-gangguan orang kafir Quraisy dengan memanfaatkan kedudukankanya, kewibawaannya, pengaruhnya, kekayaannya, juga umurnya yang di tuakan. Beliau berusaha dengan segala macam cara untuk melindungi Rasul Allah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketika Abi Thalib meninggal, orang kafir Quraisy tertawa dengan gembira, semakin parah gangguan dan siksaan yang diterima oleh Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anak-anak kecil serta budak-budak orang Quraisy mencaci, menghina, dan mempermainkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan melempari batu. Mereka juga menuangkan debu di kepala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesampainya di rumah masih banyak debu yang berada di kepala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sayyidatuna Fatimah mendekati ayahnya dan membersihkan debu yang mengotori kepala sang ayah, tanpa terasa air mata pun membasahi wajahnya. Fatimah ingin menahan tangisan hatinya, akan tetapi ia tak mampu menahan air matanya. Fatimah terus membersikan kepala ayahnya dan Fatimah terus menangis, menangis, dan menangis.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh dan berkata: “Wahai putriku, janganlah engkau menangis karena Allah Swt. akan menampakkan agama ini. Tidak ada tempat yang terbuat dari batu atau tanah atau kayu (keseluruh tempat) kecuali agama ayahmu akan masuk, baik menjadikan mereka mulia atau menjadikan mereka hina.” Beginilah keadaan mereka terus dalam keadaan jihad dengan kesabaran.
