image
Kisah Lelaki Anshar dengan Suguhan untuk Tamu
Ada seorang laki-laki yang tiba-tiba datang menemui Rasulullah Saw. Ketika bertemu, ia berkata pada Nabi, “Ya Rasulullah saw., saya belum makan.” Kemudian, Rasulullah Saw. menyuruh orang lain untuk menemui sebagian istrinya. Melalui orang suruhannya, beliau menanyakan kepada istri-istri beliau, “Apakah kalian menyimpan sedikit makanan?". Namun, semua istri yang didatangi, hanya mempunyai satu jawaban, “Tidak ada. Demi Zat yang telah mengutus Anda dengan membawa kebenaran, kita hanya punya air.” Rasulullah SAW kemudian berdiri di tengah-tengah sahabatnya dan bertanya, “Siapa yang akan menjamu orang ini?” Mendengar itu, ada salah seorang lelaki dari kalangan Anshar yang berdiri sambil berkata, “Saya, ya Rasulullah. Saya akan menjamunya.” Ia lalu buru-buru pulang untuk menemui istrinya. Sesampainya di rumah, lelaki Anshar ini bertanya pada istrinya, “Ada makanan?”. Kemudian Istrinya menjawab, “Tidak. Yang ada hanya makanan anak-anak kita.” Lelaki itu pun berkata, “Alihkan perhatian mereka dari makanan. Jika mereka ingin makan malam, buat mereka tidur. Nanti, kalau tamunya datang, taruhlah makanannya dan matikan lampunya, supaya dia mengira kita makan bersamanya. Dengan begitu, dia tidak merasa kikuk menyantapnya. Sekarang, taruh saja makanan itu di tempat tamu itu.” Setibanya tamu itu, ia duduk sejenak kemudian menyantap makanannya. Keesokan harinya, pada saat shalat subuh, lelaki Anshar yang sudah menjamu tamunya semalam, pergi ke masjid. Sesampainya di masjid, Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Allah kagum sekali dengan apa yang kalian berdua (kamu dan istrimu) lakukan pada tamu kalian semalam.” (HR. Bukhari). Dari kisah diatas, sudahkah kita menyisihkan harta kita hari ini untuk bersedekah? Bukan hanya untuk mereka yang kaya saja, namun ketika kita tak punya apa-apa, sedekah bisa menjadi jalan untuk mendapatkan ridha Allah SWt sampai kepada kita. Semoga kisah tersebut bisa menjadikan diri kita sebagai pribadi yang peka terhadap lingkungan sekitar. Juga membuat hati kita lembut untuk bisa menyisihkan sebagai harta demi kebaikan mereka yang pantas mendapatkannya.