image
Abdullah bin Rawahah; Sang Penyair Rasulullah Saw
Abdullah bin Rawahah adalah sahabat Rasulullah Saw yang pandai baca tulis. Ia sering kali membuat syair-syair yang indah, Rasulullah Saw pun suka dengan syair-syair yang disusun oleh Abdullah. Pada awalnya, Abdullah bin Rawahah adalah salah seorang kaum Anshar (penolong Rasulullah) yang dibaiat (diambil sumpah setianya) oleh Rasulullah. Ia dibaiat pada baiat Aqabah pertama dan kedua. Kaum Anshar yang dibaiat menjadi jalan bagi masuknya ajaran Islam di Madinah. Abdullah bin Rawahah bukan hanya seorang penyair, tetapi ia juga aktif membela Rasulullah dan pengikutnya. Saat Rasulullah telah menetap di Madinah, Abdullah bin Rawahah adalah salah seorang yang aktif membela Rasulullah dan kaum muslim lainnya. Ia mengawasi gerak-gerik Abdullah bin Ubay. Abdullah bin Ubay adalah seorang munafik yang terus-menerus berusaha menghancurkan ajaran Islam. Berkat kegigihan Abdullah bin Rawahah, tipu daya Abdullah bin Ubay gagal. Pada suatu ketika, Rasulullah dan para sahabat sedang duduk. Saat itu, Abdullah bin Rawahah datang secara tiba-tiba. Kemudian, Rasulullah bertanya: “Apa yang kamu lakukan jika kamu hendak mengucapkan syair?"Abdullah menjawab: "Aku merenungkannya terlebih dahulu. Setelah itu, baru aku ucapkan". Kemudian, Abdullah bin Rawahah mengucapkan syair-syairnya tentang kebenaran ajaran yang disampaikan Rasulullah Saw. Dalam syair itu, ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Allah akan meneguhkan dan menolong ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. Mendengar syair Abdullah bin Rawahah, Rasulullah Saw sangat senang dan ia bersabda: "Engkau juga akan diteguhkan oleh Allah SWT". Pada suatu saat, turun wahyu Allah SWT, yaitu surat Asy-Syu’ara ayat 224, Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Mendengar ayat itu, Abdullah bin Rawahah menjadi sedih. Namun, ia terhibur dengan turunnya ayat 227 surat Asy-Syu’ara, yang artinya: “kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali".