Kisah Singkat Thalhah Bin Ubaidillah Sahabat
Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah senantiasa akan didekati oleh setan. Hal itu berlaku pula bagi orang-orang kafir Quraisy. Al-Quran surat Az-Zukhruf ayat 36 telah menyatakannya dengan jelas. Pada suatu ketika, orang-orang Quraisy bersepakat untuk mendekati para sahabat Rasulullah Saw. Mereka akan membujuk sahabat Rasulullah Saw untuk menyembah berhala. Setelah itu, mereka memilih Thalhah untuk mendekati Abu Bakar.
Thalhah menemui Abu Bakar dan berkata, “Wahai Abu Bakar, aku mau mengajakmu menyembah Latta dan Uzza”. Saat itulah, timbul keinginan Abu Bakar untuk menguji Thalhah. Abu Bakar berkata, “Siapakah Latta dan Uzza ? Thalhah menjawab dengan penuh keyakinan, “Latta adalah tuhan kami dan Uzza adalah putri tuhan kami”. Abu Bakar bertanya kembali seolah keheranan, “Kalau Uzza putri tuhan, siapakah ibunya?” Thalhah membisu. Begitu juga dengan teman-temannya yang ada di tempat itu. Thalhah bertanya kepada teman-temannya. Namun tidak seorang pun yang mampu menjawabnya. Pada akhirnya Thalhah berkata, “Wahai Abu Bakar, kamu menjadi saksi bahwa aku percaya tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah”. Sejak saat itu, Thalhah memeluk agama Islam. Setelah itu, Abu Bakar dan Thalhah pergi hendak menemui Rasulullah Saw. Mereka hendak mengatakan bahwa Thalhah telah memeluk agama Islam. Dalam perjalanan itu, mereka bertemu Nofel bin Khuwailid, yaitu orang Quraisy yang sangat kejam dan membenci Islam. Nofel dan teman-temannya menangkap dan menyiksa Abu Bakar dan Thalhah. Meskipun mendapat siksaan berat dan baru saja memeluk agama Islam, Thalhah tetap teguh pada pendiriannya. Keyakinannya pada ajaran Islam tidak goyah sedikit pun.
