image
Thalhah Bin Ubaidillah Dan Perang Uhud
Pada suatu ketika, Abu Bakar berkata, “Perang Uhud adalah harinya Thalhah”. Hal ini tidak terlepas dari peranan Thalhah dalam melindungi Rasulullah Saw pada peperangan tersebut. Dalam perang itu, para pemanah terbaik yang ditempatkan di Bukit Uhud meninggalkan pos-pos mereka. Sebelumnya, Rasulullah Saw berpesan untuk tidak meninggalkan pos-pos mereka apapun yang terjadi. Akibat ketidakpatuhan mereka, tentara Quraisy berhasil bangkit dan menyerang tentara Muslim kembali. Sementara itu, tentara Muslim dalam keadaan terdesak. Tentara Quraisy merasa saat inilah yang tepat untuk membalaskan dendamnya ketika terjadi Perang Badar. Oleh karena itu, mereka mencari orang-orang yang telah melukai atau membunuh Rasulullah Saw. Tentara Muslim tidak tinggal diam, mereka berusaha melindungi Rasulullah Saw. Salah seorang yang berusaha sekuat tenaga melindungi Rasulullah Saw adalah Thalhah. Dengan pedangnya, ia menghadapi setiap musuh yang hendak menyerang Rasulullah Saw. Ia tidak mempedulikan keselamatan dirinya. Untungnya, Thalhah memiliki badan yang tinggi dan kekar sehingga ia cukup kuat menahan serangan musuh. Melihat Rasulullah Saw telah terluka, tentara Quraisy menganggapnya sudah meninggal. Setelah itu, mereka meninggali medan perang karena merasa sudah tercapai tujuannya, yaitu membunuh Rasulullah Saw. Sebenarnya, Rasulullah Saw hanya terluka. Ketika itu, Thalhah memapahnya, keadaan Thalhah tidak lebih baik dari Rasulullah Saw. Saat kedunya bertemu Abu Bakar, Rasulullah Saw berkata kepada Abu Bakar, “Lihatlah saudaramu ini”. Ketika itu, Thalhah mendapatkan luka dari tikaman atau panah sebanyak tujuh puluh luka. Selain itu, jari tangan Thalhah juga terputus. Di depan para sahabat, Rasulullah Saw pun mengatakan bahwa sudah seharusnya Thalhah memperoleh surga.