Hudzaifah Bin Yaman Anti Kemunafikan
Hudzaifah Ibnu Yaman adalah seorang muslim yang sangat membenci kemunafikan, kebohongan dan menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah. Semua itu adalah keistimewaan dari Hudzaifah Ibnu Yaman. Sifat-sifat itu tidak terlepas dari kebiasaan Hudzaifah yang mempelajari kejahatan dari orang-orang jahat. Ketika sahabat-sahabat yang lain bertanya tentang kebaikan kepada Rasulullah Saw, Hudzaifah bertanya tentang kejahatan. Hal itu dilakukannya karena Hudzaifah takut dirinya terlibat dalam kejahatan.
Pada suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab mengangkatnya menjadi pemimpin di kota Madain. Penduduk kota Madain berbondong-bondong untuk menyambut pemimpin mereka yang baru. Mereka menanti rombongan sahabat Rasulullah Saw itu yang dikenal karena ketakwaan dan kesalehannya. Tidak lama kemudian, mereka melihat seorang lelaki naik keledai dengan beralaskan kain using. Mereka pun tahu lelaki itu adalah Hudzaifah Ibnu Yaman. Mereka heran dengan kesederhanaan Hudzaifah.
Mereka mengelilingi Hudzaifah seolah menunggu perintah dari Hudzaifah. Kemudian, Hudzaifah berkata, “Jauhilah tempat-tempat fitnah”. Mereka berkata, “Dimanakah tempat-tempat fitnah itu?” Hudzaifah menjawab, “Pintu rumah para pembesar”. Maksud Hudzaifah adalah seseorang yang menemui pembesar dan membenarkan ucapan palsu pembesar tersebut, serta memuji perbuatan yang baik yang tidak pernah dilakukan pembesar itu. Orang tersebut adalah seorang yang munafik. Hudzaifah menempatkan kemunafikan dibagian yang paling rendah. Sementara itu, orang yang munafik adalah seorang yang sangat hina di matanya.
