Ketika Asma binti Abu Bakar Menjaga Kehormatan Dirinya
Ketika telah hijrah di Madinah, Rasulullah Saw memberikan sebidang tanah kepada Asma binti Abu Bakar dan suaminya, Zubair. Di tanah itu, Asma dan Zubair menanam pohon-pohon kurma. Pada suatu hari, Asma kembali dari kebun dengan membawa kurma yang ditaruh di atas kepalanya. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Rasulullah dan beberapa sahabat Anshar. Ketika melihat Asma, Rasulullah Saw menghentikan untanya. Ia pun meminta Asma untuk naik ke atas untanya. Namun, Asma merasa malu dan risau. Ia khawatir suaminya; Zubair, akan cemburu dan memarahinya. Asma pun menolak tawaran Rasulullah Saw. Rasulullah Saw sepertinya memahami perasaan Asma. Ia pun meninggalkan Asma.
Kemudian Asma pulang ke rumah dan sesampainya di rumah, ia menceritakan semua kejadian itu kepada suaminya. Zubair berkata, “Demi Allah, aku lebih cemburu kepadamu yang selalu membawa kurma-kurma di atas kepalamu, sementara aku tidak dapat membantumu”. Kejadian itu juga diketahui oleh ayah Asma, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu Bakar memberikan seorang hamba sahaya untuk Asma. Dengan demikian, pekerjaan-pekerjaan Asma dapat lebih ringan. Wanita yang shalehah adalah wanita yang taat pada perintah Allah dan memelihara diri ketika suami tidak ada. Diantara memelihara diri adalah menjaga kehormatan diri, menjaga rahasia suami serta hartanya.
