Ketika Abu Hurairah Kelaparan
Abu Hurairah adalah seorang yang miskin. Namun, ketiadaan harta tidak menghalanginya untuk menyertai Rasulullah Saw. Suatu ketika, orang-orang pernah mengira kalau Abu Hurairah sakit ayan, padahal sebenarnya tidak. Saat itu, ia berada di masjid dan sedang kelaparan. Ia mengikat batu-batu pada perutnya dan menekan ulu hatinya dengan tangannya. Ia pun terjatuh dan menggeliat-geliat sehingga orang-orang menyangka kalau dirinya sakit ayan.Suatu ketika, ia sangat lapar dan duduk di pinggir jalan. Ketika itu, Abu Bakar lewat di depannya. Abu Hurairah pun segera menghampirinya dan memintanya untuk membacakan satu ayat. Sebenarnya, ia berharap kalau Abu Bakar akan memberikan pekerjaan. Akan tetapi, setelah membacakan satu ayat, Abu Bakar berlalu begitu saja.
Kemudian, Umar bin Khattab lewat didepannya. Ia pun meminta diajari satu ayat. Ia berharap hal yang sama. Namun, Umar bin Khattab juga hanya membacakan satu ayat. Setelah beberapa saat, Rasulullah Saw lewat di depannya. Rasulullah Saw mengetahui isi hati Abu Hurairah. Rasulullah Saw pun mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. Di rumahnya, Rasulullah Saw menemukan sebaskom susu. Kemudian, Rasulullah Saw bertanya, “Dari mana susu ini?”. Rasulullah Saw diberi tahu bahwa seseorang telah memberikan susu itu. Rasulullah Saw berkata, “Wahai Abu Hurairah, panggilkan para ahli sufah”. Ahli sufah adalah orang yang turut hijrah bersama Rasulullah Saw dari Mekkah ke Madinah dengan membawa harta seadanya atau dalam keadaan serba kekurangan. Setelah para ahli sufah berkumpul, susu itu dibagikan kepada para ahli sufah, Abu Hurairah bergabung dengan para ahli sufah, Abu Hurairah juga mendapatkan susu. Sejak saat itu, Abu Hurairah bergabung dengan para ahli sufah dan tinggal di dekat masjid. Demikianlah, Abu Hurairah selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sekalipun dalam keadaan sangat miskin.
