image
Kisah Gua Hira
Gua Hira adalah jejak penting bagi perkembangan umat Islam. Di sanalah Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu dari malaikat Jibril, yakni surat Al-A’laq ayat 1 sampai 5. Gua Hira terletak di Jabal Nur (Gunung Cahaya), sekitar 4 kilometer dari Ka’bah. Karena letaknya di puncak, para pengunjung harus mendaki untuk dapat mengunjungi situs sejarah tersebut. Sekitar 5 meter dari puncak gunung, terdapat sebuah lubang, itulah gua Hira. Gua Hira cukup luas untuk dimasuki sekitar 6 orang dewasa. Letak Gua Hira di belakang dua batu raksasa yang sangat dalam dan sempit dengan ketinggian sekitar dua meter. Di bagian ujung kanan gua terdapat lubang kecil yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah Makkah. Suasananya tenang, dan jauh dari keriuhan kota Makkah kala itu. Dengan kondisi seperti itu, Gua Hira merupakan tempat yang ideal di Makkah bagi Muhammad untuk bertahannuts. Beliau juga telah memperbincangkan tempat itu dengan istrinya, Khadijah binti Khuwailid. Oleh sebab itu, terkadang di malam yang pekat, Khadijah beberapa kali mengunjungi Muhammad. Dapat dibayangkan bagaimana beratnya medan yang ditempuh Khadijah Al-Kubra saat itu, ketika mengunjungi suaminya di Gua Hira.