image
Nabi Zulkifli As
Zulkifli adalah salah satu nabi dalam ajaran Islam yang diutus kepada kaum Rom. Beliau diutus untuk mengajarkan tauhid kepada kaumnya yang menyembah berhala supaya menyembah Allah SWT, taat beribadah, dan membayar zakat. Beberapa umat muslim masih mempertanyakan statusnya sebagai nabi. Tetapi ada juga sejumlah umat muslim yang percaya bahwa ia adalah orang yang beriman dan penyabar yang disebutkan dalam Al-Qur’an namun bukan seorang nabi. Riwayat tentang Nabi Zulkifli As sedikit sekali. Disebutkan dalam Al-Qur’an. Menurut Mufassirin, nama aslinya ialah Basyar. Ia adalah putra Nabi Ayub AS yang lolos dari reruntuhan rumah Nabi Ayub As yang menewaskan anak-anak Nabi Ayub As. Nabi Zulkifli As merupakan orang yang taat beribadah. Dan ia melakukan sholat sebanyak seratus kali dalam sehari. Allah SWT menamakannya Zulkifli karena ia selalu melaksanakan beberapa perbuatan baik yang dibebankan kepadanya. Didalam surat Al Anbiyaa’ ayat 85-86 dijelaskan: “Ismail, Idris dan Zulkifli, termasuk orang-orang yang sabar. Kami masukkan mereka dalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka adalah termasuk orang-orang yang saleh“. Suatu ketika, raja di negeri Rom saat itu, Nabi Ilyasa AS sudah semakin tua. Karena tak memiliki calon pengganti, raja mengadakan sayembara kepada kaum Rom, bahwa siapapun yang berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak melakukan marah, ia akan diangkat menjadi raja. Hal ini terdapat dalam riwayat Ibn Jarir : "Apabila Al-Yasa A.S (Nabi Ilyasa AS). meningkat tua, dan ingin memberikan tugas untuk memimpin bangsa Israel kepada yang sesuai. Baginda mengumumkan: Hanya orang tersebut akan dipertimbangkan untuk menggantikan baginda dan yang berpuasa pada siang hari, mengingati Allah pada malam hari dan menahan diri daripada sifat marah. Salah seorang daripada mereka (Basyar) berdiri dan berkata: Aku akan patuh kepada syarat-syarat tersebut". Kemudian pada saat itu baginda mengulangi syarat-syarat itu semula sebanyak tiga kali dan lelaki yang sama berjanji dengan bersungguh-sungguh akan memenuhi syarat-syarat tersebut. Maka dia dilantik untuk membawa tugas tersebut. Dari kutipan riwayat di atas, Basyar menyanggupi semua persyaratan yang diberikan raja kepadanya. Ia pun dinobatkan menjadi raja. Pada masa pemimpinannya, ia berjanji kepada rakyatnya untuk menjadi hakim adil dalam menyelesaikan perkara. Karena keadilan beliau, maka ia disebut sebagai Zulkifli pada masa itu. Lalu, Allah SWT mengangkatnya sebagai nabi dan rasul setelah beberapa lama menjadi raja, beliau memenuhi segala janjinya, sehingga Allah SWT member ujian kepadanya dengan iblis yang berkeinginan untuk menggoyahkan imannya. Suatu ketika, iblis tersebut menjelma sebagai musafir lelaki tua. Keinginannya adalah membuat marah Zulkifli. Ia memaksa penjaga untuk dapat masuk istana dan menemui Zzulkifli pada larut malam. Dan kemudian, lelaki tua itu diizinkan masuk oleh penjaga istana. Dalam pertemuan tersebut, iblis tersebut mengadu kepada Zulkifli tentang kekejaman orang lain terhadap dirinya. Namun Zulkifli menyuruhnya untuk datang besok malam ketika kedua belah pihak sudah merasa siap untuk bertemu. Namun musafir tersebut mengingkarinya dan malah datang pada pagi hari. Keesokan harinya, musafir tersebut datang dan mengadu seperti pada malam sebelumnya. MakaNabi Zulkifli As pun menyuruhnya untuk datang pada malam hari saja. Lelaki itu berjanji dengan bersungguh-sungguh pada Zulkifli untuk datang pada malam hari. Namun ia mengingkarinya lagi. Pada hari yang ketiga, musafir itu datang lagi. Kali ini tidak ada tanggapan dari Nabi Zulkifli As. Maka Iblis itu pun akhirnya menyelinap menembus pintu dan menunjukkan dirinya kepada Nabi Zulkifli As. Dan Nabi Zulkifli As sangat terkejut melihat jelmaan iblis tersebut. Lalu dia pun mengtahui bahwa musafir itu adalah iblis yang mencoba membuatnya marah namun iblis itu gagal. Karena keberhasilan Nabi Zulkifli As bisa menahan amarah, maka oleh Allah SWT ia diangkat sebagai seorang nabi. Nabi Dzulkifli diutus oleh Allah SWT kepada kaum Rom agar selalu mengingat satu Tuhan dan tidak menyembah berhala. Suatu ketika terjadi pemberontakan di negerinya oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Dan Nabi Zulkifli As pun menyeru kepada rakyatnya agar berperang, namun mereka semua takut mati sehingga tak seorang pun yang mau berperang. Mereka pun meminta Nabi Zulkifli As untuk berdoa kepada Allah SWT agar mereka semua tidak mati dan menang. "Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik” (Surat Shaad: 48). Dalam masalah tersebut, Nabi Zulkifli As disebut sebagai nabi dalam Al-Qur’an tersebut dapat juga merupakan orang lain yang tidak disebut dalam ayat tersebut.