Nabi Ilyas As
Nabi Ilyas As berdakwah agar kaumnya mau meninggalkan kebiasaan buruk mereka menyembah berhala. Berkali-kali Nabi Ilyas As mengingatkan, namun mereka tidak pernah menghiraukan. Menyadari kaumnya tidak mematuhi seruannya, Nabi Ilyas As meminta agar Allah Swt. menurunkan azab-Nya. Maka datanglah bencana kekeringan melanda negeri Baalbek.
Baalbek merupakan sebuah kota yang sekarang berada dalam wilayah Libanon. Pada masa Nabi Ilyas As, kota ini didiami oleh bangsa Fenisia yang merupakan bangsa pelaut terkenal. Bangsa ini menyembah berhala Baal. Sampai sekarang masih ada sebuah bangunan altar bernama Heliopolis yang diyakini sebagai tempat penyembahan bangsa Fenisia kepada Dewa Baal. Nama kota Baalbek sendiri diambil dari nama Baal, dewa bangsa Fenisia.
Nabi Ilyas As mendapat tugas dari Allah Swt. untuk menyadarkan kaum Bani Israil yang suka menyembah berhala Baal. Nabi Ilyas As mengingatkan kepada kaumnya, bahwa berhala yang mereka sembah itu bukanlah tuhan yang sebenarnya. Ia juga menyerukan agar mereka takut kepada Allah Swt yang menciptakan alam semesta, dan menegaskan bahwa Allah Swt adalah Tuhan para pendahulu mereka. Namun kaum Bani Israil mendustakan seruan Nabi Ilyas As tersebut.
Karena kaum Nabi Ilyas durhaka, Allah Swt. menurunkan azab berupa kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Semua tanaman dan hewan mati karena kelaparan. Kaum Nabi Ilyas As akhirnya menyadari kesalahan mereka. Mereka bersedia meninggalkan berhala dan berjanji tidak menyembahnya lagi. Karena mereka sadar, Nabi Ilyas As memohon kepada Allah Swt agar menurunkan hujan ke tengah-tengah kaumnya. Namun setelah menikmati kemakmuran hidup, kaum Nabi Ilyas As kembali ingkar. Mengetahui kekufuran kaumnya, Nabi Ilyas As pun berdoa agar Allah Swt. menarik kembali nikmat yang telah dicurahkan kepada kaumnya dan mereka kembali ditimpa bencana yang lebih dahsyat daripada bencana sebelumnya.
