Kecintaan Ummu Sulaim Terhadap Rasulullah Saw
Ummu Sulaim menghadiahkan putranya yang bernama Anas kepada Rasulullah Saw, padahal saat itu anaknya masih berumur delapan atau sepuluh tahun. Hal tersebut jelas didorong kecintaannya yang besar kepada Rasulullah Saw.
Di lain kesempatan, suatu ketika, Rasulullah Saw tidur siang di rumah Ummu Sulaim. Karena Ummu Sulaim adalah wanita yang bersahaja, maka ia hanya punya tikar kulit sebagai alas tidur Rasulullah Saw. Karena saat itu cuaca sedang panas, Rasulullah Saw berkeringat hingga membasahi tikar itu, lalu beliau bangun. Melihat tikar yang penuh keringat tadi, segera Ummu Sulaim mengambil sebuah botol lalu dengan susah payah ia memeras tikarnya dan menampung keringat nabawi itu dalam botolnya.
Melihat ulahnya itu, Rasulullah Saw bertanya keheranan, “Apa yang sedang kau lakukan?”
“Aku sedang mengambil berkah yang keluar dari tubuhmu,” jawab Ummu Sulaim.
Diriwayatkan bahwa Ummu Sulaim kemudian mencampurkan keringat Rasulullah Saw tersebut dalam wewangiannya.
Anas mengatakan bahwa Rasulullah Saw tidak pernah masuk ke rumah wanita lain selain Ummu Sulaim. Ketika ditanya, beliau mengatakan bahwa dirinya kasihan kepada Ummu Sulaim, karena saudara kandungnya terbunuh dalam satu peperangan bersama beliau.
Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa saudara kandungnya itu bernama Haram bin Milhan yang mati syahid dalam tragedi Bi’r Ma’unah. Dialah yang mengatakan, “Demi Allah, aku beruntung!” Ketika ditikam tombak dari belakang hingga tembus ke dadanya.
Suatu ketika, Rasulullah Saw masuk ke rumah Ummu Sulaim. Di sana beliau melihat ada geriba air yang tergantung di dinding, lalu beliau meminumnya sambil berdiri. Maka segeralah Ummu Sulaim mengambil geriba itu dan memotong mulut geriba yang bersentuhan dengan mulut Rasulullah Saw, kemudian menyimpannya.
Lihatlah bagaimana kecintaannya kepada Rasulullah Saw, hingga tak menyiakan apa pun yang berhubungan dengan tubuhnya yang mulia itu.
Demikian pula yang terjadi pada putranya, Anas. Pernah suatu ketika, Anas mengatakan, “Tak pernah semalam pun kulewatkan, melainkan aku mimpi berjumpa dengan kekasihku (Rasulullah Saw).” Kemudian, keluarlah air matanya.
Diriwayatkan pula bahwa Anas mengenakan cincin yang terukir padanya, ‘Muhammadun Rasulullah’. Maka setiap kali hendak buang hajat, dilepasnya cincin tersebut.
