Waraqah Memantapkan Hati Rasulullah Saw
Khadijah radhiallahu ‘anha adalah wanita yang sangat luar biasa. Karena ia tidak hanya diam dan menebak-nebak apa yang terjadi dengan suaminya; Rasulullah Saw. Justru Ibunda Khadijah mencari solusi di tengah kebingunan sang suaminya. Khadijah pergi mengunjungi Waraqah bin Naufal. Waraqah merupakan seorang alim yang sangat baik.
Khadijah menceritakan tentang suaminya kepada Waraqah. Kemudian Waraqah menanggapi dan menjawab dengan penuh keyakinan. Ia juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah seorang Rasul umat ini. Waraqah berkata, "Quddus.. Quddus.. Demi Dzat yang jiwa Waraqah berada di tangannya, jika engkau jujur padaku wahai Khadijah, sungguh an-Namus al-Akbar telah datang menemuinya, yang dulu pernah mendatangi Musa. Sungguh dia adalah seorang Nabi umat ini. Sampaikan padanya agar berteguh diri.” (Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236 dll.).
Kemudian, Khadijah kembali menemui suaminya setelah ia mengunjungi Waraqah. Dan ia mengatakan kepada Rasulullah Saw apa yang dikatakan oleh Waraqah kepada dirinya tentang kejadian itu. Setelah mendengar cerita dari Khadijah, Muhammad Saw merasa suatu peristiwa besar yang begitu aneh dipikulkan di pundaknya. Walaupun sebelum peristiwa ini beliau telah merasakan beberapa peristiwa aneh yang mengantarnya hingga tingkatan ini.
Hal-hal aneh yang terjadi pada hidup Nabi Muhammad Saw, diantaranya: 1. Dibelah dadanya.2. Batu-batu mengucapkan salam untuknya. 3. Mimpi yang jadi nyata. 4. Kalimat-kalimat yang ia dengar dalam mimpi yang bukan ucapan manusia. 5. Ada sesosok di langit tiap kali ia memandangnya.
Itu adalah hal aneh yang tidak mungkin dialami oleh manusia biasa. Juga dikatakan kepada beliau Saw: ‘Engkau adalah Muhammad Rasulullah dan aku adalah Jibril’. Sampai akhirnya ditegaskan oleh Waraqah bin Naufal tanpa keraguan bahwa dia adalah nabi umat ini. Hal tersebut disebutkan dalam Taurat dan Injil.
Allah SWT memberikan tanda-tanda kepada Muhammad Saw dan orang-orang yang berada di sekitarnya bahwa dia adalah Nabi. Allah SWT memberikan tahapan pemahaman hingga ketika datang ketetapan, Muhammad Saw tidak begitu terheran-heran. Bayangkan! dengan didahului peristiwa-peristiwa aneh ini saja, Nabi Muhammad Saw masih merasa bingung dengan apa yang terjadi padanya. Bagaimana jika tidak ada pendahuluan?
Setelah itu, Rasulullah Saw kembali menuju Gua Hira. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw sudah lebih siap membenarkan risalah. Dan Beliau tidak lagi merasa takut.
